AKSI TANAM POHON CEGAH BENCANA : Dipastikan Dipimpin Walikota

0
38

SUARARIMBA.ID | Bogor – Di saat isu lingkungan hidup ramai berseliweran di linimasa media sosial, Pemerintah Kota Bogor memilih bergerak ke lapangan. Kamis pagi, 18 Desember 2025, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim dijadwalkan memimpin langsung aksi Bulan Menanam Pohon di kawasan bakal Kompleks Perkantoran Baru Pemkot Bogor, Katulampa. Bukan sekadar seremoni, melainkan penegasan arah kebijakan kota yang menempatkan ruang hijau sebagai fondasi masa depan.

Sehari sebelum penanaman, rapat koordinasi lintas instansi telah digelar di Kantor Dinas PUPR Kota Bogor. Seluruh unsur Pemkot Bogor, Perum Perhutani, rimbawan senior, hingga Forest for Life Indonesia (FFLI) duduk satu meja menyamakan langkah. Hari ini, koordinasi lapangan dilanjutkan untuk memastikan lokasi, teknis, dan kesiapan kegiatan berjalan matang.

Aksi tanam pohon ini memikul dua pesan sekaligus. Pertama, komitmen Pemkot Bogor untuk mempertahankan dan memperluas ruang terbuka hijau di tengah tekanan pembangunan. Kedua, pelaksanaan amanat Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2008 yang menetapkan Desember sebagai Bulan Menanam Pohon Nasional—sebuah pengingat bahwa pohon bukan ornamen kota, melainkan penopang kehidupan.

Yang membedakan kegiatan ini adalah keterlibatan generasi Milenial dan Gen Z. Mereka diajak turun langsung ke lapangan, belajar secara konkret tentang arti sebatang pohon: dari menyerap air hujan, meredam banjir, hingga menjadi benteng alami menghadapi krisis iklim. Pendidikan lingkungan tidak berhenti di ruang kelas, tetapi ditanamkan lewat tindakan nyata.

Mas Adjie dari FFLI, inisiator kegiatan, memastikan kehadiran para tokoh kunci. “Pak Wali Kota akan hadir memimpin acara. Rimbawan senior Dr. H.M.S. Kaban, pencetus Hari Menanam Pohon Indonesia, juga dijadwalkan hadir bersama jajaran Pemkot Bogor, para guru, pramuka, Gen Z, dan masyarakat,” ujarnya.

Agar pesan lingkungan hidup tak berhenti di lokasi penanaman, LSM Mulasara Buana turut dilibatkan. Perannya jelas: menjembatani aksi lapangan dengan dunia digital. Setiap pohon yang ditanam diharapkan menjadi cerita yang shareable, hidup di media sosial, dan menginspirasi lebih banyak orang. Mas Adjie, yang juga host @Suaradaririmba, menegaskan bahwa generasi digital native perlu dirangkul dengan bahasa dan medium mereka sendiri.

Rangkaian Bulan Menanam Pohon di Bogor ini dirancang sebagai instrumen komunikasi publik. Kerja nyata di lapangan dipadukan dengan narasi digital yang kuat. Pesannya lugas: menjaga lingkungan adalah kebijakan, tindakan, sekaligus cerita bersama. Dari Katulampa, Bogor ingin menunjukkan bahwa masa depan hijau tidak cukup diposting—ia harus ditanam sejak sekarang. | Laporan Chaerani – Editor

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini