Warning MS Kaban: Selamatkan Kawasan Hulu di Jawa Barat

0
100

NEWS & TALKS | SUARARIMBA.ID – Hujan belum tentu membawa berkah jika kawasan hulunya rusak. Peringatan keras itu disampaikan rimbawan senior sekaligus pembina Amal Mulasara Buwana, Dr. MS Kaban, saat menghadiri Aksi Tanam Pohon Cegah Bencana di Katulampa, Bogor Timur, Kamis, 18 Desember 2025.

Di hadapan Wali Kota Bogor, para rimbawan senior, dan pelajar, Kaban mengingatkan: bencana banjir bandang dan longsor yang telah merenggut ribuan nyawa di Sumatera bukan mustahil akan terulang di Jawa Barat.

Menurut Kaban, tanda-tandanya sudah nyata. Alih fungsi lahan yang masif, menyusutnya ruang terbuka hijau, serta rusaknya kawasan hulu membuat daya dukung lingkungan kian rapuh.

“Kalau hulunya rusak, jangan kaget jika hilirnya tenggelam,” ujarnya tegas. Karena itu, ia mendesak agar penanaman kembali pohon-pohon di kawasan hulu dilakukan segera dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Kaban menyinggung kondisi global yang kini memasuki fase climate disaster—percepatan bencana iklim dengan frekuensi dan intensitas yang meningkat. Banjir dahsyat, longsor, hingga badai ekstrem bukan lagi peristiwa langka, melainkan ancaman nyata akibat pemanasan global yang dipicu emisi gas rumah kaca berlebihan dari aktivitas manusia. Dampaknya tak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam kehidupan, ekonomi, kesehatan, hingga stabilitas sosial.

“Kita tidak sedang bicara teori. Ini sudah kejadian,” kata Kaban. Ia menekankan bahwa krisis iklim menuntut tindakan darurat, bukan sekadar wacana. Mitigasi dan adaptasi harus berjalan seiring, dengan rehabilitasi kawasan hulu sebagai langkah paling mendasar dan strategis.

Kaban menilai, salah satu akar persoalan adalah lemahnya perlindungan kawasan hulu yang terus tergerus oleh pembangunan tak terkendali. Tanpa tutupan vegetasi yang memadai, tanah kehilangan kemampuan menyerap air, memicu banjir dan longsor saat hujan ekstrem datang. Karena itu, ia meminta perhatian serius pemerintah di semua level, serta keterlibatan aktif masyarakat, dunia pendidikan, dan komunitas lingkungan.

Aksi tanam pohon di Katulampa menjadi simbol sekaligus pengingat bahwa pencegahan bencana tidak bisa ditunda. Bagi Kaban, menyelamatkan kawasan hulu bukan hanya soal menanam pohon, tetapi menanam kesadaran kolektif. “Kalau kita abai hari ini, alam akan menagihnya dengan cara yang mahal,” ujarnya.

Pesan itu menggema di tengah barisan bibit yang ditanam. Sebuah peringatan sekaligus ajakan: menyelamatkan hulu hari ini, demi mencegah bencana esok hari. | editor

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini